“Wanita
yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya.”
(HR
Hakim).
Sebab, mahalnya mahar yang diminta adalah tanda awal dari ketidakberkahan (HR Baihaki).
Sebaliknya, seorang pria yang baik tidak akan pelit dalam memberikan mahar kepada calon istrinya.
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman RA, ia mengatakan: “Aku bertanya kepada Aisyah RA, bagaimana mahar para istri Nabi SAW? Ia menjawab, ‘Mahar beliau untuk isteri-isterinya ialah 12 auqiyah (yakni berupa perak), dan nasy. Tahukah engkau apakah nasy itu?’ Aku menjawab, ‘Tidak.’ Ia mengatakan, ‘Setengah uqiyah, (sehingga berjumlah 12,5 uqiyah) yaitu 500 dirham. Itulah mahar Rasulullah SAW untuk istri-istrinya.” (HR Muslim).
Jadi tugas kita sekarang adalah sama sama mempersiapkan diri
dengan sebaik-baiknya, aku dengan kelapangan hatiku dan kamu dengan kerja
kerasmu. Sampai jumpa nanti Sayang, jika sudah saatnya.
Take your time~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar