Sebenernya kepengen ngaplot gambar yang dulu banget pernah dikirim lewat WA, tapi sayangnya resolusinya kecil padahal gambarnya penuh tulisan. Jadi saya tulis ulang disini:
"yang kita tahu, mereka belum menikah sehingga kita
merasa berhak bertanya mengapa mereka belum menikah.. .
yang kita tidak tahu, mereka sedang memperjuangkan
sesuatu.
yang kita lupa, jodoh adalah misteri yang ditulis
sendiri oleh Tuhan.
yang kita tahu, mereka belum dikaruniai anak sehingga
kita merasa berhak bertanya mengapa mereka belum memiliki keturunan.. .
yang kita tidak tahu, mereka sedang memperjuangkan
sesuatu.
yang kita lupa, rezeki berupa anak adalah pemberian
Tuhan, jika Tuhan belum berkehendak maka sekuat apapun manusia berusaha, jika
memang belum waktunya, ya belum waktunya.
Satu
hal pasti menjadi dewasa adalah manusia cenderung menyimpan masalah sendiri,
manusia akan cenderung menutup emosi mereka dengan khalayak. Manusia akan
cenderung menampakkan hal yang baik-baik saja. Itulah perubahan, apabila ketika
bayi manusia bebas menangis depan umum, semakin tua hal tersebut menjadi tidak
mungkin terjadi bukan?
Semakin
tua, manusia akan semakin menutupi apa yang cenderung membuatnya sedih dan
menampakkan kondisi baik-baik saja. Seharusnya
ini cukup menjadi bekal untuk berhenti bertanya mengenai takdir Tuhan.
Kita
tidak tau kondisi yang sedang dialami lawan bicara kita.. . hingga kita sampai
pada fase tersebut. Banyak orang berdalih bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut
ya anggap saja doa.
Tapi banyak pula yang lupa bahwa doa yang paling tulus
adalah mendoakan diam-diam."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar