Sabtu, 02 Januari 2016

Untuk Kamu, Orang Asing Pertama Yang Kukenal Di Kampus Kuning


Aku tidak suka tatapanmu malam itu.

Aku tidak suka saat kau bilang "Kalo gue bener-bener ngilang dari idup lo, lo beneran bakal nyari gue kemanapun gue pergi?"

Astaga kenapa kau harus menanyakan itu padaku saat kau sudah tahu jawabannya?! Tentu saja iya *jambak rambut

Aku tidak suka caramu melihat diriku dari seberang meja.
Jadi kukatakan saja hal yang aku tahu tidak ingin kau dengar, "Nope. Pada akhirnya kan gue juga emang ga bisa deket-deket sama lo terus, apalagi pas lo udah punya bini. Paling gue malah bakal lebih deket sama bini lo. Hahahha"

Aku tidak suka tatapanmu malam itu. Aku tidak suka arah pembicaraanmu. Tidak suka senyummu. Tidak suka sikap kakumu yang tiba-tiba saat membicarakan masa depan.

Aku tidak suka mengingat apa yang dulu pernah kau katakan,"Santai aja, lo ga bakal repot kebingungan kalo gue naksir sama lo. Gue tipikal cowok yang realistis. Kalo kemungkinannya positif gue bakal maju, tapi kalo sulit lo jangan bingung pas gue ngilang gitu aja."

Aku tidak suka menerima kenyataan bahwa aku melihat binar yang berbeda dalam matamu.

Aku tidak suka melihat diriku ada disana.

Aku tidak suka menjadi seorang perempuan. Tidak suka terjebak dalam romantika yang (mungkin akan) memisahkan kita.

Aku tidak suka caramu melihat diriku dari seberang meja.

Aku tidak suka tatapanmu malam itu.

Aku takut.

Tidak tahukah kau bahwa aku sangat tidak suka jika harus kehilangan dirimu?!

.....

Saat kau ternyata benar menghilang, kau meninggalkan aku sendirian dalam terkaan yang tak berkesudahan. Aku takut jika aku mendekat aku hanya akan melukai dirimu untuk yang kesekian kali. Aku takut jika diam berarti membiarkan dirimu pergi.

Atas nama rasa sayangku padamu, akan kuberikan jeda agar kau paham betapa aku menghargai ruang diantara kita.

Atas nama rasa terimakasihku padamu yang selalu bersedia menerima segala ketidakwarasanku, telah kuberikan rangkaian salam panjang pada Tuhan, agar Ia selalu menggenggam lembut hatimu, menjaganya selalu kuat.

Aku benar-benar benci.

Aku tidak menyalahkanmu untuk segala ketidaksukaanku.

Aku hanya benci.

Aku benci saat aku tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah keadaan.

Aku benci saat aku tahu kita tidak akan lagi kembali sama seperti lima tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar