Senin, 21 Juli 2014

For Our Young Lady

Nona muda yang sedang mengembara di Solo, selamat pagi :)

Bagaimana kabar dirimu? Semoga baik-baik saja.
Bersama surat ini aku kirimkan gambar bunga matahari yang dipotret dari halaman belakang rumah. Sebuah gambar yang kuharap bisa mewakili doaku untuk nona di seberang sana.
Bunga matahari itu istimewa bukan?


Ia mengajarkan sebuah konsistensi terhadap kebenaran yang dibutuhkan. Bunga matahari akan selalu tumbuh menghadap cahaya matahari.

Semoga kita juga begitu, selalu berupaya mencari kebenaran tanpa pernah menutup mata.
Meskipun seringkali kebenaran memang tampak menyilaukan, bahkan kadang terasa membakar. Namun kebenaran juga bisa menjadi damai menyejukkan. Kebenaran tidak hanya dapat dilihat dari lubang satu sisi.
Bagiku nona, kebenaran berwujud dalam banyak hal.
ia berwujud dalam kitab suci yang diturunkan Sang Pencipta,
ia berwujud dalam tiap hati manusia,
ia juga bisa berwujud  dalam logika,
atau berwujud dalam hubungan kita dengan sesama.

Oia, aku tidak bermaksud menceramahimu loh nona. Dirimu jauh lebih kritis  dibandingkan diriku tentu saja. Kami memang tidak seperti dirimu, mungkin itu sebabnya kamu menjauh, karena kami tidak seperti yang nona inginkan,  tetapi ketahuilah bahwa kami semua sungguh menyayangimu.

Nona muda yang baik,  
Kita tidak bisa mengharapkan orang lain seperti yang kita inginkan, meskipun kita sudah melakukan apa yang terbaik untuk mereka. Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk mewujudkan kasih sayangnya. Untuk bisa menerima dan diterima, kita harus belajar memahami dan memaafkan. Itu artinya kita juga harus belajar untuk menerima perlakuan seperti dilupakan, diabaikan, bahkan dijatuhkan. Namun tentu saja hal tersebut tidak pernah dilakukan atas dasar kesengajaan, percayalah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar