Aku membunuh egoku
hingga aku bisa melebur dalam kekami-an yang abadi,
Kekami-an yang
menyatukan aku dan dia,
Kekami-an yang
menghilangkan ke-aku-anku dan ke-dia-annya.
Karena aku harap,
aku dan dia adalah, satu.
Aku tak ingin,
aku dan dia terus
menerus terjebak pada dikotomi
aku – dia,
hidupku – hidupnya,
tentang ku –
tentangnya,
yang sama sekali
tidak akan pernah selesai.
Kenapa aku dan dia
tidak memulai untuk berbincang tentang “kami” saja?
atau, kenapa aku dan
dia tidak memulai untuk mencari persamaan atau titik temu yang bisa
mempersatukan kami?
Barangkali....
persamaan itu bisa
kami temukan dalam sebuah bingkai yang biasa disebut dengan istilah,
“Cinta”.
Sayangnya aku mulai
lelah,
Membunuh ego ku
bahkan tak cukup untuk bisa menyatukan kami ke dalam sebuah harmoni.
Karena egoku telah
lama mati
Ikut terlebur saat
egomu melebur
*diadaptasi dari cerita yang dikirimkan seorang kawan via email
Tidak ada komentar:
Posting Komentar