Jumat, 20 Juni 2014

Melebur


Aku membunuh egoku hingga aku bisa melebur dalam kekami-an yang abadi,
Kekami-an yang menyatukan aku dan dia,
Kekami-an yang menghilangkan ke-aku-anku dan ke-dia-annya.
Karena aku harap, aku dan dia adalah, satu.

Aku tak ingin,
aku dan dia terus menerus terjebak pada dikotomi
aku – dia,
hidupku – hidupnya,
tentang ku – tentangnya,
yang sama sekali tidak akan pernah selesai.

Kenapa aku dan dia tidak memulai untuk berbincang tentang “kami” saja?
atau, kenapa aku dan dia tidak memulai untuk mencari persamaan atau titik temu yang bisa mempersatukan kami?
Barangkali....
persamaan itu bisa kami temukan dalam sebuah bingkai yang biasa disebut dengan istilah,
 “Cinta”.

Sayangnya aku mulai lelah,
Membunuh ego ku bahkan tak cukup untuk bisa menyatukan kami ke dalam sebuah harmoni.
Karena egoku telah lama mati
Ikut terlebur saat egomu melebur

Itulah sebabnya tak ada lagi yang tersisa untuknya..


*diadaptasi dari cerita yang dikirimkan seorang kawan via email

Tidak ada komentar:

Posting Komentar