Sabtu, 15 Juni 2013

Sepotong hati..


Langit itu biru…
Sedang asap itu kelabu..
Namun siapakah yang tau apa warna ‘hati’?
Berbicara hati, berarti berbicara mengenai sesuatu yang tak berwujud. Sesuatu yang dapat tercermin lewat perilaku maupun ekspresi wajahmu.
Sesuatu yang darinya kau tidak dapat bersembunyi di balik bola matamu.

Salah satu hal ajaib tentang hati dan perasaan, seperti yang diucapkan oleh Henry Ford, “whether you believe you can or whether you believe you can’t. You’re obsulutely right.”
Bukankah sungguh menakjubkan bahwa kau tidak perlu berpikir terlalu panjang untuk sekedar tau apakah kau bisa melakukan suatu hal atau tidak? Kau hanya cukup meyakininya dan itulah yang akan terjadi (atas izin Yang Maha Kuasa tentunya).
Meskipun dalam beberapa keadaan. memang sungguh sakit rasanya,, ketika apa yang telah kau yakini,apa yang telah kau rencanakan, dan apa yang telah kau perjuangkan, ternyata hasilnya bukan seperti yang kau harapkan.
Itulah mengapa hidup disebut sebagai proses pembelajaran.
Karena kita tidak hanya membutuhkan semua perasaan menyenangkan untuk dapat tumbuh menjadi lebih dewasa dan merasa bahagia,
“Happiness lies for those who cry, those who hurt, those who seek and those who try. Because only they can appreciate the importance of people who have touched their lives.”

Hati telah diciptakan sebagaimana adanya, namun bukan berarti tidak dapat terprogram  ulang. Tata hatimu dengan hal-hal baik dalam kehidupan, siapkan visi-misimu, dan bergegaslah menggapai apa yang kau inginkan.
“Hidupmu adalah keputusanmu” Kau tidak perlu risau dengan apa yang dikatakan oleh orang lain selama kau tahu bahwa apa yang kau lakukan memang benar.
“Be more concerned with your character than your reputation, because your character is who you are and your reputation is what people think of you.” -Maher Zein-

Hanya saja, bukan berarti pula kau menutup hatimu sepenuhnya dari apa yang dikatakan oleh dunia, karena terkadang ada banyak hal yang telah merusak hidup kita akibat perasaan egosentris kita sendiri.
Kesadaran kita sebagai manusia seutuhnya dapat membantu kita bersikap lebih baik terhadap orang lain..
Perasaan bahwa hidup ini hanya akan lengkap bila kita bisa saling melengkapi.
Perasaan bahwa kita tidak akan bisa hidup sendirian,
Perasaan bahwa kita tidak sepenuhnya sempurna,
“Jangan pernah menuntut akan sebuah kesempurnaan apabila kita tidak ingin menyempurnakan dari setiap kekurangan yang ada. karena tidak akan ada sebuah kesempurnaan tanpa kita berusaha untuk hidup saling menyempurnakan. di dunia ini bukan mencari seseorang yang sempurna tapi belajarlah menerima seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna”
dan tentu saja, itulah sebabnya mengapa manusia tidak akan pernah berarti bila sendiri…
Karena kita memang diciptakan untuk bersinergi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar