Langit itu biru…
Sedang asap itu kelabu..
Namun siapakah yang tau apa warna
‘hati’?
Berbicara hati, berarti berbicara
mengenai sesuatu yang tak berwujud. Sesuatu yang dapat tercermin lewat perilaku
maupun ekspresi wajahmu.
Sesuatu yang darinya kau tidak dapat
bersembunyi di balik bola matamu.
Salah satu hal ajaib tentang hati
dan perasaan, seperti yang diucapkan oleh Henry
Ford, “whether you believe you can or whether you believe you can’t. You’re
obsulutely right.”
Bukankah sungguh menakjubkan bahwa
kau tidak perlu berpikir terlalu panjang untuk sekedar tau apakah kau bisa
melakukan suatu hal atau tidak? Kau hanya cukup meyakininya dan itulah yang
akan terjadi (atas izin Yang Maha Kuasa tentunya).
Meskipun dalam beberapa keadaan.
memang sungguh sakit rasanya,, ketika apa yang telah kau yakini,apa yang telah
kau rencanakan, dan apa yang telah kau perjuangkan, ternyata hasilnya bukan
seperti yang kau harapkan.
Itulah mengapa hidup disebut
sebagai proses pembelajaran.
Karena kita tidak hanya membutuhkan
semua perasaan menyenangkan untuk dapat tumbuh menjadi lebih dewasa dan merasa
bahagia,
“Happiness lies for those who cry, those who hurt, those who seek and
those who try. Because only they can appreciate the importance of people who
have touched their lives.”
Hati telah diciptakan sebagaimana adanya,
namun bukan berarti tidak dapat terprogram ulang. Tata hatimu dengan hal-hal baik dalam
kehidupan, siapkan visi-misimu, dan bergegaslah menggapai apa yang kau
inginkan.
“Hidupmu adalah keputusanmu” Kau tidak perlu risau dengan apa yang
dikatakan oleh orang lain selama kau tahu bahwa apa yang kau lakukan memang
benar.
“Be more concerned with your character than your reputation, because
your character is who you are and your reputation is what people think of you.”
-Maher Zein-
Hanya saja, bukan berarti pula kau menutup hatimu sepenuhnya dari apa yang
dikatakan oleh dunia, karena terkadang ada banyak hal yang telah merusak hidup
kita akibat perasaan egosentris kita sendiri.
Kesadaran kita sebagai manusia
seutuhnya dapat membantu kita bersikap lebih baik terhadap orang lain..
Perasaan bahwa hidup ini hanya akan
lengkap bila kita bisa saling melengkapi.
Perasaan bahwa kita tidak akan bisa
hidup sendirian,
Perasaan bahwa kita tidak
sepenuhnya sempurna,
“Jangan pernah menuntut akan sebuah kesempurnaan apabila kita tidak
ingin menyempurnakan dari setiap kekurangan yang ada. karena tidak akan ada
sebuah kesempurnaan tanpa kita berusaha untuk hidup saling menyempurnakan. di
dunia ini bukan mencari seseorang yang sempurna tapi belajarlah menerima
seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna”
dan tentu saja, itulah sebabnya mengapa manusia
tidak akan pernah berarti bila sendiri…
Karena kita memang diciptakan
untuk bersinergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar