Hari ini aku kehilangan rembulan dalam sekali pandang.
Tepat saat aku
hendak menyeberang jalan terbesar di kota kita.
Aku turun dari
angkutan umum, berlari mengejar rombongan yang akan menyeberang.
Terlambat.
Maka aku diam.
Mematut diri pada
rutinitas malam yang penuh cahaya.
Hingga seseorang
datang menegur, "nunggu apa mba? Ayo nyeberang sama saya."
Aku hanya tersenyum
ramah, tak beranjak.
Lagi-lagi aku diam.
Apa yang aku tunggu?
Lampu lalu lintas
berubah hijau, puluhan kendaraan kembali melaju.
Apa yang aku tunggu?
Mungkin aku menunggu
dirimu.
Menunggu kematian
yang akan mengantarkanku padamu.
Maka aku memutuskan
melangkah di tengah segala keriuhan jalan raya.
Hari ini aku
kehilangan rembulan dalam sekali pandang.
Tepat saat aku
hendak menyeberang jalan terbesar di kota kita.
Dan aku terhenti.
"Kota Kita", 31 Juli 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar