Sabtu, 03 Agustus 2013

Kamu dan Bulan


Hari ini aku kehilangan rembulan dalam sekali pandang.
Tepat saat aku hendak menyeberang jalan terbesar di kota kita.
Aku turun dari angkutan umum, berlari mengejar rombongan yang akan menyeberang.
Terlambat.
Maka aku diam.
Mematut diri pada rutinitas malam yang penuh cahaya.
Hingga seseorang datang menegur, "nunggu apa mba? Ayo nyeberang sama saya."
Aku hanya tersenyum ramah, tak beranjak.
Lagi-lagi aku diam.
Apa yang aku tunggu?

Lampu lalu lintas berubah hijau, puluhan kendaraan kembali melaju.
Apa yang aku tunggu?
Mungkin aku menunggu dirimu.
Menunggu kematian yang akan mengantarkanku padamu.
Maka aku memutuskan melangkah di tengah segala keriuhan jalan raya.

Hari ini aku kehilangan rembulan dalam sekali pandang.
Tepat saat aku hendak menyeberang jalan terbesar di kota kita.

Dan aku terhenti.

Kembali merujuk pada Tuhan dalam diam.


                                                                                                               "Kota Kita",  31 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar