Di antara kita ada
yang takut untuk melakukan sesuatu ,karena dia berani menanggung risiko dan
kemungkinan-kemungkinan buruk, agar semua itu tidak terjadi pada orang-orang
yang ia sayangi. Di antara kita ada berani melakukan sesuatu, karena dia takut
menanggung risiko dan kemungkinan-kemungkinan buruk , agar semua itu tak
terjadi pada dirinya sendiri.
Betapa tipis antara
ketakutan dan keberanian. Betapa terbatas kemampuan manusia untuk melihatnya.
Di antara kita ada
yang takut karena dia menyadari apa yang dilakukannya akan merendahkan dan
menghinakan orang lain. Di antara kita ada yang berani karena dia tidak
menyadari bahwa apa yang dilakukannya telah merendahkan dan menghinakan orang
lain.
Di antara kita ada
yang terlihat takut. Di antara kita ada yang terlihat berani. Di antara kita
ada yang memalsukan dan salah mengerti kedua-duanya.
Di antara kita ada
kemungkinan-kemungkinan yang kadang-kadang tak bisa kita jelaskan kepada dunia.
Di antara kita ada yang buta untuk melihat banyak kemungkinan: Mereka yang selalu gagal memandang dunia dari seribu
jendela yang berbeda. Di antara kita banyak yang tidak tahu bahwa
ketakutan sering kali adalah perasaan yang kuat. Dan, keberanian sering kali
adalah perasaan yang lemah.
Di antara kita ada
yang dilahirkan sebagai pemberani. Di antara kita ada yang dilahirkan sebagai
pengecut. Tetapi, hidup bukan tentang sebagai apa kita dilahirkan, melainkan
bagaimana kita bertindak dan sebagai siapa nanti kita mati. Sementara hidup
adalah serangkaian pembuktian, perjuangan yang tak pernah selesai . . . .
Selalu ada orang
yang mencintaimu. Selalu ada orang yang membenci dan ingin melihatmu menderita.
Tapi tak ada yang bisa mengubah hidupmu selain dirimu sendiri. Sementara, para
pengecut adalah mereka yang menghabiskan hidupnya untuk melayani para pembenci,
para pemberani adalah mereka yang menghabiskan waktunya untuk terus mencintai.
Maka, barangkali
benar kata orang-orang suci,"Cinta adalah
semacam keberanian"
~Jodoh, Fahd Pahdepie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar