| dok. pribadi |
Nona, jika logika rasamu itu begitu rumit maka tidak ada seorangpun yang mampu menetralisirnya kecuali dirimu sendiri. Jangan terlalu lama bersedih. Kau percaya pada Tuhanmu, cukup saja begitu.
Dia memang lebih istimewa dari gadget berjuta juta milikmu, tapi dia benda mati, yang tidak jauh lebih berharga dari mereka yang tidak suka melihatmu bersedih.
Dia itu benda mati, yang memberinya nilai jauh lebih dari harganya itu siapa? kenanganmu, emosimu, hatimu. Kamu memang kehilangan dia nona, tapi jangan sampai kamu kehilangan kendali atas hatimu.
Bersikaplah dewasa..
Ini bukan perkara ikhlas atau tidak ikhlas, katakan saja ini perkara bagaimana kamu menyimpan kenangan dan kebahagiaan pada ruang hatimu tanpa harus bergantung padanya. Mungkin dia sekarang sedang membuat tawa seorang anak kecil, seperti yang selama ini dia lakukan, tapi kali ini, anak kecil tanpa rumah itu jauh lebih bahagia karena memilikinya. Tuhanmu tidak pernah salah menempatkan sesuatu.
Bagaimana jika begitu saja logikanya?
Sudah?
Lihat, lebih dari 12 jam kau terus menerus bersedih. Pergilah dan tersenyum, hari masih pagi nona manis, biarkan bahagia menemukanmu berkali kali, lagi dan lagi :)
Ahad, 10.30 AM
Depok, 15 jam setelah aku kehilangan kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar