Seperti harapan yang kadang jatuh dengan cantik namun menyakitkan, sedang awan tak mampu menghentikannya untuk luruh menyentuh bumi.
Jatuh diwaktu yang tak disangka. Kemudian hilang begitu saja, tanpa rasa. Yang tertinggal hanyalah jejak. Menghanyutkan. Percuma. Aku kalah. Aku salah. Dinding itu hancur begitu saja, saat hujan datang dengan tiba-tiba, tanpa aba-aba.
Bahkan waktupun tak sempat menjelaskan. Harapan yang telah rapuh itu terkoyak sempurna. Menunggu langit berhenti menangis, berharap damai datang, tetap tak bisa. Tak semua selalu sesuai harapan.
Hingga tiada kata yang bisa terucap pada hujan, selain rindu yang masih basah tertinggal.
Layaknya ombak di tepi pantai, kemanapun ia berlabuh suatu saat akan kembali lagi ke laut. Maka tak ada kuasa untuk menghentikannya.
Serupa hatiku. Tanpa sadar sendu itu hadir di tepi senja, tanpa kuundang. Menghiasi hari di tengah hujan. Sendiri, bersama kenangan tentangmu.
#kompilasi malam bersama zul haji @azo.jee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar