Heii kamu! Ya, kamu.
Kamu yang dibalik
tembok itu.
Kamu yang tidak
pernah lagi kutemui, yang tak pernah lagi berkomunikasi dan yang tak lagi aku
kepoin.
Kamu yang membuatku
merasa sangat bodoh jatuh cinta pada seseorang yang begitu absurd, kamu yang
membuat aku membodohi dan menyakiti hatiku sendiri.
Iyaa kamu!!
Yang beberapa waktu
lalu membuat aku frustasi karena tak bisa melupakanmu. Bahkan mereka juga tak
bisa menggeser bayanganmu, tidak dia yang lebih sempurna darimu atau dia yang
tiba-tiba muncul dalam mimpiku.
Astaga itu memang
benar-benar kamu!
Aku pikir aku sudah
hampir gila kemarin.
Hal-hal yang berkaitan dengan hatiku seringkali berada di luar kuasaku, mereka -perasaan perasaan itu- tidak bisa kukontrol semudah menghidup-matikan komputer.
Hal-hal yang berkaitan dengan hatiku seringkali berada di luar kuasaku, mereka -perasaan perasaan itu- tidak bisa kukontrol semudah menghidup-matikan komputer.
Berulang kali kucoba
merestart ulang, namun proses booting itu selalu mengarahkanku menuju dirimu.
Hanya kamu kamu dan
kamu!
Kamu yang tidak
pernah bisa kudeskripsikan melalui kata-kata.
[Setahun lalu, saat
terkenang dirimu. ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar