Ini
sungguh menyenangkan. Aku begitu dipenuhi kebahagiaan.
Dan
pulang tanpa penyesalan maupun rasa lelah.
Aku
menemukan apa yang selama ini aku cari, tidak ada.
Aku
serius. Memang tidak ada, Aku telah menemukan ketiadaan.
Kita
seringkali mencari tapi sesungguhnya tidak tahu apa yang kita cari. Aku juga
begitu.
Hidup
begitu ajaib, jalan ceritanya serba tak terduga.
Sejauh
apapun jarak yang pernah ditempuh, seberapa banyak tempat yang pernah
disinggahi, bisa jadi tidak akan berarti apa-apa, malah menyisakan kesombongan
dan keinginan terlihat lebih hebat.
Pada
akhirnya, perjalanan sejati sebenarnya adalah perjalanan ke dalam hati. Tidak
semua orang sanggup melakukannya, pun begitu pula dengan perkara menaklukan
puncak gunung, menelusuri goa, ataupun menyelami lautan. Semuanya berasal dari
sini, dari hati.
Tidak
penting siapa dirimu dan apa yang kau miliki untuk melakukan perjalanannya,
tanya saja pada hatimu. Bagaimana?
Itulah
perjalanan yang sesungguhnya.
Maka
telah kudapati bahwa perjalananku berikutnya adalah menemukan tempat pulang,
menemukan hatiku. Tidak lagi penting dimana dan kemana kakiku akan melangkah.
Gunung
itu akan selalu ada, di hidupku, dalam bentuk apapun.
Tugasku
bukan menaklukannya, tapi melakukan perjalanan menuju ke seberangnya.
Untuk
menemukan gunung-gunung lain, sebelum aku sampai ke rumah.
Puncak Munara, 14 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar