Siapapun kamu yang sedang membaca ini sekarang, kamu pernah
tahu kalimat "Some hearts
understand each other, even in silence."? Apa kamu percaya? Aku
percaya. Karena aku menemukannya. Seringkali teringat dengannya disaat hujan
datang. Apa kau mau mendengar salah satu kisah kami?
Langit saat itu
mengadakan jamuan bersama hujan di negeri seberang, sedang kita berdua justru
termenung di negeri antah berantah. Kamu, orang yang terbuang tata krama,
Raka-ku. Dan aku, Rayi-mu.
Raka : Suka hujan?
Rayi : Sangat.
Raka : Apa
pendamping yang asik kalau hujan?
Rayi : Tak ada. Saat
hujan lebih suka tak berkawan, sibuk dengan pikiran sendiri.
Raka : hahahhha
Bukan seperti itu dudul maksud pertanyaan gue. Kalau suka menulis saat hujan,
bisa jadi pendamping yang asik untuk kamu yaa notes, dalam bentuk apapun itu.
Aku tertegun. Kita
baru bertemu tiga hari, bahkan aku sama sekali tak pernah menyebutkan kepadamu
kalau aku suka menulis.
Rayi : Bagaimana
dengan Raka?
Raka : kalau gue? Ya
kopi hitam lah, apalagi?! Hahahha
Rayi : Rokok
mungkin.
Raka : Mungkin. Tapi kamu kan ga suka rokok.
Rayi : Terus?
Raka : Rokok asik
buat gue, tapi ditemenin kamu juga asik. Karena kamu bengek dan gue harus ngejaga kamu selama disini, mending lebih milih kamu yang bisa gue jailin daripada diem
sendirian ngisep rokok.
Lagi-lagi aku hanya
tersenyum. Kau selalu seperti itu sejak pertama kali aku mengenalmu. Aku tidak
perlu mengatakan apa yang aku mau, apa yang aku rasakan, kau selalu tahu begitu
saja.
Rayi : Kenapa Raka
begitu addict terhadap kopi hitam?
Raka : Sama halnya
macam kamu addict sama hujan.
Rayi : Berarti kalo
digabung joynya bakal double kan? Hahahha
Raka : Hanya kalau
kamu juga bisa minum kopi sesering gue.
Rayi : Kopi terlalu
asam untuk lambungku Raka.
Raka : Kalau gue
justru harus minum kopi.
Rayi : Kenapa?
Raka : Karena gue
nyandu nikotin. Buat netralisirnya butuh kafein dan yang netralisir kafein itu
susu, sayangnya gue gak suka susu. Hahahha
Rayi : Aku suka.
Berarti aku saja ya yang minum susu untuk menetalisir kafeinnya.
Raka : Ya kali bisa begitu. Hahahha
Rayi : Selama Raka selalu ada di dekatku, apa
yang tidak bisa?
Kemudian kita hanya
saling bertukar senyum dan kembali tertawa.
asik juga ada yang bisa bikin senyum gitu~
BalasHapus