Senin, 03 November 2014

Menyapa Hujan dari Balik jendela

Siapapun kamu  yang sedang membaca ini sekarang, kamu pernah tahu kalimat "Some hearts  understand each other, even in silence."? Apa kamu percaya? Aku percaya. Karena aku menemukannya. Seringkali teringat dengannya disaat hujan datang. Apa kau mau mendengar salah satu kisah kami?

Langit saat itu mengadakan jamuan bersama hujan di negeri seberang, sedang kita berdua justru termenung di negeri antah berantah. Kamu, orang yang terbuang tata krama, Raka-ku. Dan aku, Rayi-mu.

Raka : Suka hujan?

Rayi : Sangat.

Raka : Apa pendamping yang asik kalau hujan?

Rayi : Tak ada. Saat hujan lebih suka tak berkawan, sibuk dengan pikiran sendiri.

Raka : hahahhha Bukan seperti itu dudul maksud pertanyaan gue. Kalau suka menulis saat hujan, bisa jadi pendamping yang asik untuk kamu yaa notes, dalam bentuk apapun itu.

Aku tertegun. Kita baru bertemu tiga hari, bahkan aku sama sekali tak pernah menyebutkan kepadamu kalau aku suka menulis.

Rayi : Bagaimana dengan Raka?

Raka : kalau gue? Ya kopi hitam lah, apalagi?! Hahahha

Rayi : Rokok mungkin.

Raka : Mungkin. Tapi kamu kan ga suka rokok.

Rayi : Terus?

Raka : Rokok asik buat gue, tapi ditemenin kamu juga asik. Karena kamu bengek dan gue harus ngejaga kamu selama disini, mending lebih milih kamu yang bisa gue jailin daripada diem sendirian ngisep rokok.

Lagi-lagi aku hanya tersenyum. Kau selalu seperti itu sejak pertama kali aku mengenalmu. Aku tidak perlu mengatakan apa yang aku mau, apa yang aku rasakan, kau selalu tahu begitu saja.

Rayi : Kenapa Raka begitu addict terhadap kopi hitam?

Raka : Sama halnya macam kamu addict sama hujan.

Rayi : Berarti kalo digabung joynya bakal double kan? Hahahha

Raka : Hanya kalau kamu juga bisa minum kopi sesering gue.

Rayi : Kopi terlalu asam untuk lambungku Raka.

Raka : Kalau gue justru harus minum kopi.

Rayi : Kenapa?

Raka : Karena gue nyandu nikotin. Buat netralisirnya butuh kafein dan yang netralisir kafein itu susu, sayangnya gue gak suka susu. Hahahha

Rayi : Aku suka. Berarti aku saja ya yang minum susu untuk menetalisir kafeinnya.

Raka : Ya kali bisa begitu. Hahahha

Rayi : Selama Raka selalu ada di dekatku, apa yang tidak bisa?

Kemudian kita hanya saling bertukar senyum dan kembali tertawa. 

1 komentar: