Rabu, 13 Agustus 2014

Menjadi Seorang Perempuan: Berbahaya!

Selamat sore sayang..
Hari ini hujan, aku terjebak di salah satu stasiun kereta, dan percakapanku dengan kawan lama mengingatkanku tentang sesuatu. Sekali lagi, tentang perempuan.

Sudah jadi bahasan lama jika perempuan bisa menjadi salah satu alasan kehancuran bagi orang lain. "Tahta harta dan wanita", tiga 'ta' yang sering dicari, diperebutkan, bahkan menjadi sumber kekacauan. Ironis ya? Aku baru benar-benar menyadarinya loh, ternyata posisi perempuan bukan sekedar sebagai tulang rusuk yang hilang. Jika kamu mau, kamu juga bisa mengubah angin yang membawa beragam harum untuk menggoda para pengembara masuk ke tempat-tempat terlarang. Kemudian yang terjadi selanjutnya bisa kamu tebak sendiri.

Selama ini aku hanya mengira bahwa perempuan hanyalah penyangga setengah langit. Sayang, kamu ingat ungkapan di balik lelaki hebat selalu ada perempuan hebat? Yaa seperti itulah kira-kira menurutku. Jadi, jika laki-laki itu langitnya, maka kamulah atmosfernya. Kumpulan dari tekanan dan udara yang membentuk langit dan melindungi bumi.

Bodohnya aku, aku melewatkan sesuatu, sebuah kenyataan bahwa atmosfer sekalipun juga bisa membawa kekacauan. Begitu juga dengan perempuan.

Karena sejatinya perempuan itu indah.
Kamu begitu elok di tengah rupa dan lakumu. 

Aku tahu, mungkin lebih tepatnya sok tahu, kamu pasti bosan mendengar nasihat yang menyuruhmu untuk menjaga diri baik-baik, tidak asal dipegang-pegang dan dinikmati sebelum dibeli. Kamu seringkali berteriak kalau kamu bukan sebuah benda, tidak suka diumpamakan seperti itu. Terserah kamu memang, kamu bisa diumpamakan sebagai apapun sesuka hatimu, sepanjang itu sesuai fitrah dan aturan Rabbmu.

Hanya saja, kamu harus ingat ini sayang. Kamu adalah seorang perempuan, karenanya kamu itu indah. Jadi berhati-hatilah, sebab itu juga berarti bahwa kamu berbahaya.

Jika ada pengembara yang terlalu dekat dengan daerah terlarangmu, bertindaklah dengan tegas. Tiupkan angin dingin dari kutub utara. Jangan biarkan ia lewat sebelum diizinkan menjadi langitmu, tapi jangan berikan angin topan kepadanya, karena daya rusaknya bisa turut pula merusakmu. Bersikaplah dengan tegas, namun tetap cantik. Jangan sampai kehilangan kendali.

Kamu tentu tidak ingin menyakiti orang lain bukan?
Maka dari itu, berhati-hatilah menjadi seorang perempuan. Aku serius.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar