Selamat sore
sayang..
Hari ini hujan, aku
terjebak di salah satu stasiun kereta, dan percakapanku dengan kawan lama
mengingatkanku tentang sesuatu. Sekali lagi, tentang perempuan.
Sudah jadi bahasan
lama jika perempuan bisa menjadi salah satu alasan kehancuran bagi orang lain.
"Tahta harta dan wanita", tiga 'ta' yang sering dicari, diperebutkan,
bahkan menjadi sumber kekacauan. Ironis ya? Aku baru benar-benar menyadarinya
loh, ternyata posisi perempuan bukan sekedar sebagai tulang rusuk yang hilang.
Jika kamu mau, kamu juga bisa mengubah angin yang membawa beragam harum untuk
menggoda para pengembara masuk ke tempat-tempat terlarang. Kemudian yang
terjadi selanjutnya bisa kamu tebak sendiri.
Selama ini aku hanya
mengira bahwa perempuan hanyalah penyangga setengah langit. Sayang, kamu ingat
ungkapan di balik lelaki hebat selalu ada perempuan hebat? Yaa seperti itulah
kira-kira menurutku. Jadi, jika laki-laki itu langitnya, maka kamulah atmosfernya.
Kumpulan dari tekanan dan udara yang membentuk langit dan melindungi bumi.
Bodohnya aku, aku
melewatkan sesuatu, sebuah kenyataan bahwa atmosfer sekalipun juga bisa membawa
kekacauan. Begitu juga dengan perempuan.
Karena sejatinya
perempuan itu indah.
Kamu begitu elok di tengah rupa dan lakumu.
Kamu begitu elok di tengah rupa dan lakumu.
Aku tahu,
mungkin lebih tepatnya sok tahu, kamu pasti bosan mendengar nasihat yang
menyuruhmu untuk menjaga diri baik-baik, tidak asal dipegang-pegang dan
dinikmati sebelum dibeli. Kamu seringkali berteriak kalau kamu bukan sebuah
benda, tidak suka diumpamakan seperti itu. Terserah kamu memang, kamu bisa
diumpamakan sebagai apapun sesuka hatimu, sepanjang itu sesuai fitrah dan
aturan Rabbmu.
Hanya saja, kamu
harus ingat ini sayang. Kamu adalah seorang perempuan, karenanya kamu itu
indah. Jadi berhati-hatilah, sebab itu juga berarti bahwa kamu berbahaya.
Jika ada pengembara
yang terlalu dekat dengan daerah terlarangmu, bertindaklah dengan tegas.
Tiupkan angin dingin dari kutub utara. Jangan biarkan ia lewat sebelum diizinkan
menjadi langitmu, tapi jangan berikan angin topan kepadanya, karena daya rusaknya bisa
turut pula merusakmu. Bersikaplah dengan tegas, namun tetap cantik. Jangan
sampai kehilangan kendali.
Kamu tentu tidak
ingin menyakiti orang lain bukan?
Maka dari itu,
berhati-hatilah menjadi seorang perempuan. Aku serius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar