Dalam suatu episode
kisah cinta, ada babak dimana salah satu pemain merasa telah melakukan banyak
hal untuk sang pujaan hatinya. Ia telah mengeluarkan uang untuk mentraktirnya
makan dan memberi hadiah. Ia telah meluangkan banyak waktunya untuk mendengarkan
curhatan dan memperhatikannya, bahkan juga membantunya mengerjakan tugas. Ia
selalu ada, tak pernah absen untuk selalu berada disisinya. Tapi mengapa ia
tidak mendapatkan hati yang ia inginkan? Ia telah cukup lama memperjuangkannya
dan memendam setumpuk harapan.
Kenapa bukan ia?
Kenapa harus orang lain?
Lalu yang ada dalam
adegan selanjutnya hanyalah depresi, kemarahan dan kekecewaan. Sayangnya pemain
keras kepala ini tetap tidak mau tahu. Ia tetap mendekati pujaan hatinya,
berharap suatu saat keadaan akan berubah.
Ketika seseorang
jatuh cinta, manusiawi jika ia melakukan banyak hal untuk pujaan hatinya,
menyerahkan segalanya. Atau setidaknya merasa seperti itu. Persoalannya yang
kemudian timbul, apakah pujaan hatinya juga merasakan hal yang sama? Bisa jadi
tidak.
Bisa jadi apa yang
telah dilakukan tidak berarti apa-apa untuknya, bahkan justru mengganggunya.
Seperti tulah orang-orang yang jatuh cinta. Orang-orang yang menggantungkan
harapan terhadap dirinya, terhadap tindakannya. Kemudian berharap hukum
sebab-akibat yang ia yakini akan terjadi dan keinginannya terwujud.
Ketika yang terjadi
ada diluar kehendaknya, hatinya yang rapuh akan hancur dan berbalik menyalahkan
semua. Entah itu keadaan, orang lain, atau pujaan hatinya sendiri.
Manusia itu makhluk
yang rumit, terlebih jika bicara tentang hatinya. Akupun juga tidak tahu
apa-apa. Tapi aku rasa aku tahu siapa yang tahu, kita bisa bertanya padaNya.
Sebab, Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. Bahkan apa yang ada di dalam hati manusia sekalipun.
Dan Dia Maha Bijaksana, jadi jika nanti hati kita yang rapuh harus terluka, ia
tidak perlu pecah, kebijaksanaanNya akan melindungi hati kita.
Kita bisa bicara dan
bertanya kapanpun padaNya jika kita mau.
Pada Dia, yang
menciptakan manusia dan alam semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar