Minggu, 13 April 2014

Seperti Sungai


"Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu karena semua cinta di dunia ini seperti sungai berbeda-beda yang akhir'a mengalir menuju danau yang sama. Semua bertemu dan kemudian menjadi satu cinta yang menjadi hujan dan memberkati Bumi.

Aku mencintaimu seperti sungai yang menciptakan keadaan-keadaan yang tepat bagi pohon-pohon, semak-semak dan bunga-bunga untuk tumbuh dan berkembang di pinggirannya. Aku mencintaimu seperti sungai yang memberikan air pada haus dan mengantar orang-orang ke mana pun tempat yang mereka tuju. 

Aku mencintaimu seperti sungai yang memahami bahwa ia harus mengalir ke arah berbeda saat melewati air terjun dan beristirahat di cekungan cekungan rendah. Aku mencintaimu karena kita semua lahir di tempat yang sama, pada sumber yang sama, sehingga sumber air kita selalu tersedia. Jadi, saat kita merasa lemah, kita hanya perlu menunggu sebentar. Musim semi kembali, dan salju musim dingin meleleh serta memberi kita energi baru.

Aku mencintaimu seperti sungai yang dimulai dengan tetesan-tetesan sepi di pegunungan, lalu pelan-pelan membesar dan bergabung dengan sungai-sungai lain sampai pada satu titik, sungai itu dapat mengalir melewati hambatan apa pun untuk mencapai tujuannya.

Aku menerima cintamu dan memberikan cintaku. Bukan cinta lelaki kepada perempuan, bukan cinta ayah kepada anak, bukan cinta Tuhan kepada umat-Nya, melainkan cinta tanpa nama dan tanpa penjelasan, seperti sungai yang tidak bisa menjelaskan kenapa ia mengikuti alur tertentu dan hanya terus mengalir. Cinta yang tidak meminta dan memberikan apa-apa; sungai yang hanya hadir, apa adanya. Aku tidak akan pernah jadi milikmu dan kau juga tidak akan pernah jadi milikku; meski begitu, jujur kukatakan:

Aku mencintaimu, aku mencintaimu, dan aku mencintaimu."  

~Aleph, Paulo Coelho

Tidak ada komentar:

Posting Komentar