"Aku
mencintaimu.
Aku mencintaimu
karena semua cinta di dunia ini seperti sungai berbeda-beda yang akhir'a
mengalir menuju danau yang sama. Semua bertemu dan kemudian menjadi satu cinta
yang menjadi hujan dan memberkati Bumi.
Aku mencintaimu
seperti sungai yang menciptakan keadaan-keadaan yang tepat bagi pohon-pohon,
semak-semak dan bunga-bunga untuk tumbuh dan berkembang di pinggirannya. Aku
mencintaimu seperti sungai yang memberikan air pada haus dan mengantar
orang-orang ke mana pun tempat yang mereka tuju.
Aku mencintaimu
seperti sungai yang memahami bahwa ia harus mengalir ke arah berbeda saat
melewati air terjun dan beristirahat di cekungan cekungan rendah. Aku
mencintaimu karena kita semua lahir di tempat yang sama, pada sumber yang sama,
sehingga sumber air kita selalu tersedia. Jadi, saat kita merasa lemah, kita
hanya perlu menunggu sebentar. Musim semi kembali, dan salju musim dingin
meleleh serta memberi kita energi baru.
Aku mencintaimu
seperti sungai yang dimulai dengan tetesan-tetesan sepi di pegunungan, lalu
pelan-pelan membesar dan bergabung dengan sungai-sungai lain sampai pada satu
titik, sungai itu dapat mengalir melewati hambatan apa pun untuk mencapai
tujuannya.
Aku menerima cintamu
dan memberikan cintaku. Bukan cinta lelaki kepada perempuan, bukan cinta ayah
kepada anak, bukan cinta Tuhan kepada umat-Nya, melainkan cinta tanpa nama dan
tanpa penjelasan, seperti sungai yang tidak bisa menjelaskan kenapa ia mengikuti
alur tertentu dan hanya terus mengalir. Cinta yang tidak meminta dan memberikan
apa-apa; sungai yang hanya hadir, apa adanya. Aku tidak akan pernah jadi
milikmu dan kau juga tidak akan pernah jadi milikku; meski begitu, jujur
kukatakan:
Aku mencintaimu, aku
mencintaimu, dan aku mencintaimu."
~Aleph, Paulo Coelho
~Aleph, Paulo Coelho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar