karena gelas-gelas
kaca yang sudah retak, tak akan kembali menjadi baik-baik saja.
dan kaca tetaplah
kaca bukan?
Kau tidak bisa
merubahnya menjadi dedaunan atau embun pagi.
Sama seperti hatiku,
yang kau retakkan bahkan hingga mungkin luluh lantak.
Tapi perasaan itu
masih sama, tak juga berubah.
sudah sepatutnya....
pesan-pesan yang tak
tersampaikan itu tidak diabaikan,
karena jika ada
pengabaian di antara kita,
sama saja kita
menyimpan bom waktu yang suatu saat siap meledak.
memporak-porandakan
armada kapal yang bahkan belum sempat berlabuh di tempat tujuan.
Sungguh, ingin
kudengar pengakuan yang jujur darimu.
Tidak lagi sekedar kabar burung yang datang maupun terkaan dalam kebisuan.
atau...
apa mungkin aku dan mereka yang terlalu banyak berimaji tentangmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar