Minggu, 02 Maret 2014

Retak

karena gelas-gelas kaca yang sudah retak, tak akan kembali menjadi baik-baik saja.
dan kaca tetaplah kaca bukan?
Kau tidak bisa merubahnya menjadi dedaunan atau embun pagi.

Sama seperti hatiku, yang kau retakkan bahkan hingga mungkin luluh lantak.
Tapi perasaan itu masih sama, tak juga berubah.

sudah sepatutnya....
pesan-pesan yang tak tersampaikan itu tidak diabaikan,
karena jika ada pengabaian di antara kita,
sama saja kita menyimpan bom waktu yang suatu saat siap meledak.
memporak-porandakan armada kapal yang bahkan belum sempat berlabuh di tempat tujuan.

Sungguh, ingin kudengar pengakuan yang jujur darimu.
Tidak lagi sekedar kabar burung yang datang maupun terkaan dalam kebisuan.
atau...
apa mungkin aku dan mereka yang terlalu banyak berimaji tentangmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar