Di sini, di Indonesiamu.
Kekayaan bahan tambangnya bukan lagi rahasia.
Sebuah proses geologis yang terjadi ratusan bahkan jutaan tahun lalu, yang kemudian menjadi dekat dengan permukaan karena proses pertumbukan 3 lempeng dunia.
Ditambah pula dengan zona dapur magma yang dekat dengan permukaan hingga negerimu dikenal dengan sebutan ring of fire.
Tak pelaklah jika deretan sabang sampai merauke ini bagai kotak harta karun yang menggiurkan.
Para manusia, investor dan perusahaan tambang, berlomba mencari kunci, membuka satu persatu kotak harta yang nampak tak bertuan.
Hanya dijaga para serdadu tak bersenapan yang kelaparan, yang dengan sekerat roti, segenggam beras dan segelas susu akan mempersilahkan dirimu untuk membuka sang kotak.
Tapi serdadu itu tak sendirian kawan, ada para kurcaci, yang terlihat tak rela menyaksikan tanah leluhurnya diporak-porandakan manusia.
Mereka gerah melihat burung-burung yang semakin sulit bertengger karena minimnya dahan pohon..
Mereka resah mendengarkan keluhan ikan-ikan yang sekarat..
Mereka marah karena tanah tak lagi mampu menjaga hijaunya ilalang..
Lalu apalagi yang harus mereka bahagiakan jika air saja tak mencukupi hari-hari berkepanjangan?
Tapi seringkali kita lupa.
Bukan para serdadu saja yang kenyang,
beberapa peri hutan juga menggantungkan hidupnya pada keremangan cahaya kotak, yang hanya bisa terlihat ketika kotak terbuka.
Bahkan tak kurang dari 100 triliun tiang penyangga negerimu juga dibangun atas pembukaan sang kotak.
Jalan raya, jembatan, fasilitas dan beragam kemudahan juga turut ditawarkan sebagai balas budi.
Jangan hanya menyalahkan manusia yang terlihat lalai berterimakasih,
para serdadu gendut itu kadang terlalu kelaparan kawan..hahahha
Tak ada yang bisa kau persalahkan. Kepada siapa lagi kau akan meragu?
Para manusia yang saling memperebutkan kunci?
Para serdadu gendut yang selalu kelaparan?
Para peri hutan yang begitu naif?
Atau para kurcaci yang berdesis? Yang mungkin ketika mereka besar, akan meninggalkan dunia dongeng dan berubah menjadi manusia atau serdadu.
Sulit kawan,
sebuah polemik yang tak bisa kau pisahkan dengan gamblang itu bagai warna-warna pankromatik.
Ketika semuanya menjadi abu-abu, tak lagi bisa kau uraikan menjadi hitam dan putih.
Bagus banget ka Aini :3
BalasHapusseakan2 mengubur sebuah bangsa yang ini, Indonesia.. :(
BalasHapus