Belajar
Mendaki, Belajar tentang Persiapan
Pendakian pertama bersama rombongan besar, 3 kelompok jalan dengan 21 orang dalam rombongan. Pilihan pendakian
jatuh di Gunung Gede, karena katanya merupakan gunung yang baik untuk pemula
(tapi berdasarkan pertimbangan pribadi akan bijak rasanya jika papandayan lebih
dipertimbangkan sebagai gunung pertama untuk pemula). Untunglah sebagian dari
kami adalah orang-orang yang telah berpengalaman mendaki dengan baik, seperti
bazooka (mapala ui), agri-arma-diba-gibran (GMC ui) dan erni (sispala). Tentu
saja sebagai teman seperjalanan yang baik, sejak jauh-jauh hari kamu telah
diberi wejangan dan pelatihan singkat oleh mereka.
Tim 2 dan 3, rest sejenak di pos 1 (atas-bawah, kanan-kiri, okky, acep, dhanis,, anjas, arma, ajeng, aini, mifa, diba, asep dan
ari) (dok.Dibba Reymita)
Ternyata mendaki
gunung memang lebih dari sekedar destinasi wisata biasa. Persiapannyapun tak
bisa dibilang sembarangan. Beberapa hal yang disebutkan dibawah ini harus
dipersiapkan dengan baik:
- Kenali Tujuanmu
Ada
pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Nah kalau untuk mendaki,
pepatah berganti. Tak kenal maka tak selamat. Selamat di sini maksudnya bukan
berarti harus kehilangan nyawa, namun lebih diartikan seperti mengalami hal-hal
yang tidak diinginkan. Jadi sebelum mendaki alangkah baiknya kita mengenal
karakteristik gunung tujuan kita agar dapat menyesuaikan segala persiapan dengan sebaik mungkin.
- Fisik
Biasanya
jogging adalah cara yang paling mudah untuk mempersiapkan fisik. Eits, jogging
yang dilakukan juga bukan sembarang jogging loh. Jogging juga sebaiknya diikuti dengan
pertambahan jarak secara bertahap. Frekuensinya juga ditambah seiring
mendekatnya hari keberangkatan. Tapi ingat, h-2 tubuh kita tetap harus
diistirahatkan jadi tidak disarankan untuk melakukan aktifitas fisik yang
berat. Oia, hal lain yang juga perlu
diingat, “jogging sebaiknya dilakukan perkelompok, supaya kita bisa tau gimana
kapasitas teman-teman seperjalanan kita nanti, jadi pengaturan posisi jalan
bisa lebih mudah dan efektif.” Dwi frasti Agriani (Ketua GMC ui 2013). Nahloh, apa tuh pengaturan posisi jalan?
Pengaturan posisi jalan itu adalah pemilihan orang-orang yang diatur dalam
barisan kelompok ketika mendaki, yang pertama disebut leader, yang terakhir disebut sweapper (cuma orang paling sabar yang
bisa jadi sweaper sejati. Hehehe). Sedangkan diantara keduanya diletakkan
orang-orang yang berselang-seling ketahanan fisiknya. Sepanjang perjalanan
sweaper harus memastikan bahwa tidak ada satu orangpun dalam kelompok yang
tertinggal di belakang, leader juga harus dapat mengatur ritme jalan dengan
baik, begitu juga dengan orang-orang diantara mereka yang harus memastikan
bahwa ia masih dapat melihat teman di depan dan di belakangnya, atau paling
tidak mendengar dan menjawab panggilan teriakannya. Ini penting looh, serius.
Karena diperjalanan pulang ketika komunikasi dan koordinasi terputus, dua orang
teman dalam rombongan kami sempat terpisah dan nyasar,
alhamdulillahnya mereka dapat menemujan jalan dan kembali ke jalur yang benar.
- Barang dan Perlengkapan
Ketika
mendaki, banyak yang harus dipersiapkan memang. Mulai dari barang bawaan
pribadi (baju ganti, sleaping bag, matras, headlamp, air, obat pribadi, jaket,
raincoat, dll) dan barang bawaan kelompok (tenda, bahan dan alat masak, trash
bag untuk sampah, dll). Yang harus diperhatikan adalah ketika melakukan
packing, baju-baju dan sleeping bag yang dibawa harus dibungkus dengan plastic
dan bagian dalam carier dilapisi trashbag sebelum packing (jadi semua barang
nantinya ada di dalam trashbag). Ini dilakukan untuk menjaga baju dan
barang-barang kita tetap kering. Jangan lupa loh, barang pribadi minimal
seperti yang disebutkan di atas itu harus dibawa karena jika tidak maka akan
merugikan kita sendiri dan merepotkan teman perjalanan kita nantinya.
- Izin
Bagaimanapun
juga mendaki gunung bukanlah kegiatan yang dapat
dipastikan aman, jadi sebelum melakukan pendakian jangan lupa untuk
berpamitan dan meminta izin pada keluarga.
dipastikan aman, jadi sebelum melakukan pendakian jangan lupa untuk
berpamitan dan meminta izin pada keluarga.
Ada
aturan-aturan dasar yang harus dipatuhi ketika mendaki, seperti tidak boleh
tidur atau buang air di jalur pendakian, tidak boleh buang sampah dan kita juga
wajib bersikap ramah terhadap pendaki lainnya. Pulang dari perjalanan mendaki
gunung kau pasti akan punya banyak cerita. Kata M.Gibran Khalil (Ketua UKOR
fmipa ui 2013), "Di perjalanan naik gunung itu, kita jadi bisa tau watak asli
temen-temen kita gimana. Bakal ketauan aslinya dia."
Selain itu, jika kamu mau belajar 'membaca', kamu akan punya banyak hal yang baik untuk dirimu sendiri setelah pendakian. Akan ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dan membuatmu berubah menjadi lebih baik, karena sejatinya itulah esensi dari sebuah perjalanan (bagiku).
"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya..." [QS.Al Mulk:15]
Selain itu, jika kamu mau belajar 'membaca', kamu akan punya banyak hal yang baik untuk dirimu sendiri setelah pendakian. Akan ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dan membuatmu berubah menjadi lebih baik, karena sejatinya itulah esensi dari sebuah perjalanan (bagiku).
"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya..." [QS.Al Mulk:15]
Padang
Rumput, Perjalanan Menuju Puncak (dok.Dibba Reymita)
Puncak
Gede, bersama Ajeng Dewi Andini (dok.Dibba Reymita)
Untuk
apa mendaki gunung? kan bisa pergi ke pantai, hutan atau kota lain? Pertanyaan itulah yang selalu membekas dalam kepalaku.
Terngiang-ngiang bersama gaungan teriakan rayuan semilir angin lereng.
Untuk apa? Untuk sekedar berekreasi? Untuk menunjukkan ketangguhan dirimu? Atau
sebagai opsi yang menghindarkanmu dari rutinitas membosankan?
“naik
gunung itu bukan hal yang dianjurin sama Rasulullah, tau kenapa? Karena di sana
itu perjalanan menantang maut. Kalo ga ada kesiapan, ga mau nurut aturan, atau
ke sana cuma buat tujuan yang gitu-gitu aja, mending ngga usahlah pake
naek-naek gunung segala. Jadi banyak mudharatnya ntar.” Anjas biki Lesmana
(Kepsek rupin KSE 2012-2013)
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...." [QS.Al Israa':36]
"Gunung Gede, awal 2011"
"Gunung Gede, awal 2011"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar