Selasa, 01 September 2015

Menjadi Seorang Perempuan: Cantik

Dalam perjalanan pulang, aku bertemu dengan beberapa orang yang tak dikenal. Terjebak berada diantara mereka selama beberapa saat dan mendengar selentingan perkataan dari salah satu perempuan disana, "Iyalah gue juga mau cantik. Harus malah."

Impulsku langsung bekerja dan memunculkan pertanyaan dalam benak,
"Sebenarnya cantik itu apa sih?"

Absurd. Ya, sejak dulu hingga pertanyaan itu benar-benar mengusik, aku belum bisa menemukan definisi yang menurutku bisa mewakili.  "Cantik itu seperti bilangan cacah diantara 0 dan 1, jumlahnya tak hingga. Itulah cantik yang memberikan makna tak hingga dan melekat dalam history."  (Ayah Dayu)

Sebuah kata yang seringkali sulit mendapatkan pengakuan jujur seperti jawaban uda, "Cantik  yaa tentang fisik, semua orang juga udah tau yang begitu."

"...tapi bukan itu yang membuatnya menarik." (Mas Pram)

Lalu apa?

Munculah jawaban lain yang beragam, seolah menunjukkan bahwa cantik itu ngga sekedar fisik. Sayangnya bagiku jawaban yang terlontar masih membentuk sebuah sekat dan batasan yang sempit sebab hanya diwakili oleh satu dua kata yang mampu diartikan secara hampir pasti dalam persepsi komunal, seperti; pintar, sederhana, lembut, baik hati, anggun, sabar. Yaa intinya tetep harus begini begitu toh.

Tidak salah memang, mungkin aku yang banyak bertanya, terlampau sok tau. Untungnya ego sudah cukup puas dengan jawaban Mega malam itu, "Seorang perempuan menjadi menarik ketika ia bisa menaikan atensi orang lain terhadap dirinya."

Bagaimana caranya?

"Kalau itu masalah selera" (Mas Pram)

Karena ternyata cantik bukanlah sebuah kata dengan definisi pasti, ia bagian dari persepsi. Bukan sebuah pertanyaan, ia adalah jawaban. Kesimpulan akhir yang menenangkan, semoga tidak salah menyimpulkan. 

Oia, sekedar sharing jawaban terakhir yang menjadi favoritku saja sii, jawaban yang menurutku paling manis atas pertanyaan malam itu. "Cantik adalah saat aku selalu nyaman berlama-lama berada di dekatnya, merasa senang saat menatap wajahnya, dan menjadi yang paling berbahagia memilikinya" (Raka)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar