Jumat, 21 Agustus 2015

(masih) Kangen

Saat kamu pergi aku tak lagi khawatir, aku percaya kamu akan kembali pulang kemari. Yang aku takutkan justru hatiku, bagaimana jika aku rindu? Padahal suaramu tak bisa kurengkuh.

Tidak ada lagi yang menemaniku menggila saat tidak bisa tertidur di penghujung hari..

Tidak ada lagi yang seperti caramu, yang membuatku tertawa dan berpikir sedemikian rupa..

Tidak ada lagi yang dengan sabar membangunkanku sahur atau sekedar bertegur sapa bersama Tuhan di sepertiga malam..

Katamu jika rindu, aku hanya perlu memejamkan mata, menarik napas panjang dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
Ketika aku membuka mata dan tidak melihat notifikasi darimu di telepon genggam, aku akan sadar bahwa beginilah kenyataannya. Rindu hanyalah imaji yang tercipta dalam bayang-bayang ego sosial manusia. Terus berjalan dan menghadapi kenyataan tetaplah yang terpenting.

Kamu yakin sekali kalau aku akan rindu. Kamu benar, baru dua minggu dan aku sudah rindu. Bagaimana ini?

Kalau kita tidak terikat dalam satu tarakat dibawah pohon yang serupa, sudah kupastikan aku telah lama jatuh cinta padamu. Sejak awal kita bertemu.

Kepada kamu yang sedang berekspedisi menguji adrenalin. Jangan bilang perasaan akan mengubah keadaan kita. Aku mohon.

Kamu tau kan, untuk saat ini aku pikir aku hanya punya kamu, seseorang yang selalu bersedia mendengarkan semua kegilaanku, kapanpun itu.

Jadi jangan pergi ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar