Aku menyadari,
semakin lama aku semakin pandai mengusir
Tapi sebelumnya
tidak pernah kurasakan seberat ini
Apa kabar hatimu
Tuan? Sudahkah berpaling pada lain pintu?
Sepertinya begitu..
Meskipun aku tidak
sepenuhnya benar-benar berharap seperti itu
Untukmu Tuan, aku
tidak pernah berprasangka
Bahwa berpura-pura
akan bisa menjadi semenyakitkan begini
Banyak hal yang terjadi, hingga rasanya aku ingin mengeluh dan berlari.
Bahkan disaat-saat seperti ini pun, bayangmu tak pernah absen mengisi hari-hari.
Atau mungkin...
memang aku yang terlampau bodoh? membiarkanmu masuk begitu saja.
Sudahlah, aku tidak tahu.
Aku lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar