Ibundaku tersayang,
hampir semua temanku menyadari aku telah berbeda, tapi bagimu aku tidak pernah sempurna.
Sekarang aku harus selalu mengulang-ngulang pertanyaan untuk diriku sendiri saat kau mulai menegur, "Haruskah kulihat hatimu terluka dulu untukku?"
Kuharap jawabannya selalu tidak. Aku masih akan terus belajar, meski langkah saja masih kueja perlahan.
Semoga Tuhan memberikanku cukup waktu untukmu.
Ibu, maafkan aku.
peluk cium,
anak gadis yg masih belum sesuai dengan inginmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar