Minggu, 26 Oktober 2014

Gegabah

Saat menulis ini, aku sedang mendengar omelan dari gadis cantik yang tengah malam rela menelpon setelah melihat isi timelinenya.

Dan kamu tahu apa kata pertamanya setelah kuucapkan salam?

"Gila kamu ya aii?! apus itu tweetan kamu!"

seperti biasa, aku hanya tertawa. tentu saja hal itu membuatnya semakin kesal.

"Kamu kenapa? pasti lagi ga enak badan." lanjutnya lagi

"Seetdah, cenayang yaa mbak? ampe tau segitunya. hahahha"

"Kamu biasa gitu. kalau lagi ga enak badan pas ada tuntutan sok kuat terus langsung ambruk, kalo lagi ga ada tuntutan dan ga enak badan semua orang yg berani deket-deket dan macem-macem sama hal yang bikin kamu sensitif langsung deh ngamuk. move on dong. ckckkc"

Aku lagi-lagi hanya tertawa.

Gadis cantik itu kembali bertanya di seberang sana, "Kamu gak malu apa?"

"Kenapa harus malu? aku pake baju dan lagi di rumah kok. hahahha"

"Serius ai. Kamu bakal jadi bulan-bulanan"

"Okee, aku ngga malu kok. malu itu kalau aku melakukan hal bodoh, udah dikasih tahu tapi tetep aja melakukan hal yang sama dan ga belajar apa-apa."

"Sok bijak kamu."

"Jadi clear kan? i'm oke, don't worry. aku harus belajar lebih banyak lagi aja. udah yaa, aku ga terlalu suka ada yang telpon kalau malam. Menggangu romantisme gelap. hahahha"

Kemudian pembicaraan pun berakhir setelah basa-basi mengucapkan selamat malam dan selamat tidur.


...duuh Rabb, aku jadi merutuki takdir dilahirkan sebagai perempuan lagi kan :(
emosi yang labil dan sangat dipengaruhi hormon, aku masih belum bisa menguasai yang satu itu, apalagi disaat-saat rentan yang seperti ini.
Bantu aku belajar lebih banyak yaaa Rabb? Please.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar