Kita telah lama
tidak saling bertukar kabar. Sejak aku tak lagi mau menuruti keinginanmu. Aku
marah. Kamu berbohong padaku dan aku semakin marah karena kamu malah justru
berbalik memusuhiku. Tapi kamu tahu kan? Aku tak pernah bisa benar-benar marah
kepadamu. Sebaliknya, kamu (mungkin) akan sangat sulit memaafkanku.
Menjadi anak
laki-laki itu sulit ya? Apalagi jika kamu satu-satunya anak laki-laki di rumah.
Dalam pandanganmu, aku yang seorang perempuan ini tak pernah layak menjadi
seorang kakak. Bagaimana tidak, hanya karena aku perempuan dan kamu laki-laki
ayah lebih sering merongrongmu untuk menjagaku. Padahal aku yang terlahir lebih
dahulu.
Kamu tumbuh menjadi
lebih dewasa, lebih sensitif, dan tentu saja menjadi lebih keras kepala. Dulu
aku sering melindungimu dari ayah dan bunda. Menutupi kenakalanmu dari mereka.
Tapi sebaik apapun aku menutupi, naluri bunda tidak akan pernah salah, apalagi
yang terkait dengan dirimu.
Belakangan ini bunda
jadi lebih sering menangis dan tertegun sendirian, meskipun aku telah
menyerahkan segalanya. Tetap saja belum cukup. Karena yang bunda inginkan itu
kamu, bukan aku.
Kamu tahu kan? Aku
tidak akan pernah membiarkan ada yang menyakiti orang-orang dalam "inner
circle" ku, terlebih lagi Bunda. Bahkan jika itu kamu orangnya, kamu pikir
aku akan tinggal diam? Tentu saja tidak sayang.
Seharusnya kamu
disini...
Agar bunda tak perlu
lagi menangis mengkhawatirkanmu,
Agar ayah tak lagi
kesepian menjadi laki-laki sendirian di rumah (ah, andai kamu tahu betapa Ayah
sungguh merindukanmu),
Agar si pangais
bontot kita merasa punya sosok yang selama ini dia idolakan.
Seharusnya kamu
disini...
Saat ayah tak lagi
sehat, segala tanggung jawab lelaki yang seharusnya menjadi tanggung jawab mu
ditangguhkan kepadaku. Mulai dari menjadi penjaga Bunda dan para gadis,
mengangkat galon, mengganti bohlam listrik, menggeser-geser barang berat,
menggergaji, memaku, mengulek, dan mengerjakan pekerjaan lelaki lainnya. Oh
tentu saja aku tidak keberatan. Kata mereka, setelah kamu, aku adalah yang
terkuat selanjutnya di rumah hahhaha. Tapi kamu selama ini selalu ada disini
mengerjakan itu semua. Aku tidak terbiasa, karena kamu dulu selalu ada.
Seharusnya kamu
disini...
Membantuku
memastikan semuanya baik-baik saja. Karena aku terlampau lelah. Aku sudah
semakin menua, setiap hari aku semakin melemah, kamu tidak tahu kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar