Senin, 01 September 2014

Izzudin, seharusnya..

Kita telah lama tidak saling bertukar kabar. Sejak aku tak lagi mau menuruti keinginanmu. Aku marah. Kamu berbohong padaku dan aku semakin marah karena kamu malah justru berbalik memusuhiku. Tapi kamu tahu kan? Aku tak pernah bisa benar-benar marah kepadamu. Sebaliknya, kamu (mungkin) akan sangat sulit memaafkanku.

Menjadi anak laki-laki itu sulit ya? Apalagi jika kamu satu-satunya anak laki-laki di rumah. Dalam pandanganmu, aku yang seorang perempuan ini tak pernah layak menjadi seorang kakak. Bagaimana tidak, hanya karena aku perempuan dan kamu laki-laki ayah lebih sering merongrongmu untuk menjagaku. Padahal aku yang terlahir lebih dahulu.

Kamu tumbuh menjadi lebih dewasa, lebih sensitif, dan tentu saja menjadi lebih keras kepala. Dulu aku sering melindungimu dari ayah dan bunda. Menutupi kenakalanmu dari mereka. Tapi sebaik apapun aku menutupi, naluri bunda tidak akan pernah salah, apalagi yang terkait dengan dirimu.
Belakangan ini bunda jadi lebih sering menangis dan tertegun sendirian, meskipun aku telah menyerahkan segalanya. Tetap saja belum cukup. Karena yang bunda inginkan itu kamu, bukan aku.

Kamu tahu kan? Aku tidak akan pernah membiarkan ada yang menyakiti orang-orang dalam "inner circle" ku, terlebih lagi Bunda. Bahkan jika itu kamu orangnya, kamu pikir aku akan tinggal diam? Tentu saja tidak sayang.

Seharusnya kamu disini...
Agar bunda tak perlu lagi menangis mengkhawatirkanmu,
Agar ayah tak lagi kesepian menjadi laki-laki sendirian di rumah (ah, andai kamu tahu betapa Ayah sungguh merindukanmu),
Agar si pangais bontot kita merasa punya sosok yang selama ini dia idolakan.

Seharusnya kamu disini...
Saat ayah tak lagi sehat, segala tanggung jawab lelaki yang seharusnya menjadi tanggung jawab mu ditangguhkan kepadaku. Mulai dari menjadi penjaga Bunda dan para gadis, mengangkat galon, mengganti bohlam listrik, menggeser-geser barang berat, menggergaji, memaku, mengulek, dan mengerjakan pekerjaan lelaki lainnya. Oh tentu saja aku tidak keberatan. Kata mereka, setelah kamu, aku adalah yang terkuat selanjutnya di rumah hahhaha. Tapi kamu selama ini selalu ada disini mengerjakan itu semua. Aku tidak terbiasa, karena kamu dulu selalu ada.

Seharusnya kamu disini...

Membantuku memastikan semuanya baik-baik saja. Karena aku terlampau lelah. Aku sudah semakin menua, setiap hari aku semakin melemah, kamu tidak tahu kan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar