Sabtu, 01 Februari 2014

Sepotong Surat dari Hamzah

Kakak, hari jum’at saya berangkat…

Makasih hadiahnya kak :)
Ini sangat berarti buat saya lebih dari sekedar kaos, kakak telah membesarkan hati saya dan membuat saya merasa berharga. Adik kecilmu ini memang tumbuh dewasa, namun kekagumannya pada kakaknya yang luar biasa ini akan tetap abadi, bahkan akan tetap tumbuh laksana pohon beringin yang tak pernah mati.
Saya pasti kangen sama kakak, tapi semoga kepergian saya ini bisa membuat saya menjadi orang besar seperti yang kakak bilang.

Kakak inget ga?
Waktu itu ketika saya bilang kakak adalah orang yang berhati mulia, kakak malah menjawab bahwa kakak itu lebih jahat dari yang terlihat.
Serem deh kalo kakak ngomong gitu. :(
Setiap orang bisa jadi orang yang sangat jahat dan kejam, termasuk saya. Namun kita tak harus menjadi orang yang seperti itu. Kejahatan tak ada artinya tanpa kebaikan. Harus ada orang sebaik kakak agar dunia ini tidak selalu menangis.
Lagipula kenapa harus jadi tokoh antagonis jika kita bisa menjadi tokoh protagonis?
Biarkan saja orang lain jadi tokoh jahat, kakak pilih saja jadi tokoh baik,.
Bukankah tokoh protagonis selalu menang dari tokoh antagonis?
Bukankah tokoh protagonis yang menutup cerita dengan akhir bahagia?
Bukankah tokoh antagonis yang selalu dibenci penonton dalam setiap pertunjukkan?

Kakakku yang baik, tumbuhlah seperti pohon kaktus yang masih mampu menyimpan air meskipun tumbuh di padang pasir, jangan menjadi gulma yang tumbuh untuk menghancurkan hidup tanaman lain. Karena hanya dengan begitu kita tak harus mati sebagai orang yang membenci diri sendiri.
Kakak itu orang baik loh, jangan berubah jadi jahat ya :)

Kita adalah pelaut yang tak pernah takluk oleh badai, maka apapun yang terjadi kita akan tetap sampai di pulau yang dituju. Suatu saat, ketika kakak menemukan adik kecilmu menjadi pelaut tertangguh, adikmu ini berharap kakak telah menjadi orang besar, lalu kita akan membanggakan diri pada diri kita di masa ini.

Sekali lagi terimakasih karena telah menjadi sosok kakak terbaik yang bisa saya miliki, terimakasih atas bimbingan kakak yang membuat saya tumbuh menjadi (calon) orang hebat.
Terimakasih……atas semua yang kakak berikan pada adik kecilmu ini.
Semoga kakak baik-baik saja di sini.
saya ingin kakak tau ini, saya selalu sayang kakak.
Terimakasih sudah menjadi kakak terbaik. I’ll remember you as a hero.

Semoga kakak selalu dilimpahkan kebahagiaan. Amin.

Salam sayang
-adik kecil yang selalu belajar dari kakak-





                    (3 tahun lalu, sebelum kamu berangkat ke kota seberang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar