| Danau Singkarak |
Danau Singkarak adalah bagian dari salah satu Danau besar di Sumatera Barat. Danau Vulkan yang berada di dua daerah administrasi berbeda ini merupakan wilayah konservasi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan tatanan hidrologis, Danau Singkarak dipengaruhi oleh tujuh wilayah sub DAS sehingga Danau Singkarak memiliki potensi pencemaran yang besar. Hal tersebut tentu saja mengancam keberlangsungan ekosistem di sana.
Bicara tentang
ekosistem, tahukah kalian tentang ikan bilih? Ikan kecil yang merupakan hewan
endemik di Danau Singkarak. Aku berangkat ke Danau Singkarak untuk melakukan
penelitian mengenai ikan tersebut, tapi siapa sangka jika ternyata hasil yang
kudapatkan lebih dari sekedar deretan data yang kuharapkan.
| Salah satu nelayan ikan bilih di Danau Singkarak |
Awalnya sungguh perjuangan yang hampir membuat putus asa. Bagaimana tidak, seharian aku mengelilingi setengah danau seluas 12,970 ha. Menyusuri bagian utara, timur hingga selatan danau, mencari muara sungai tempat ikan bilih bertelur. Tidak kutemukan satupun muara yang memenuhi kriteria. Bahkan nelayan ikan bilih yang kutemui pun tak lebih dari hitungan jari.
Semua bermula dari
salah satu gurauan dosen pembimbing di malam saat evaluasi kegiatan observasi,
dimana pada hari itu aku tidak menemukan muara tempat penangkapan sang ikan,
"ngaco kamu..hahahha. Coba cek lagi. Mana bisa ikan kecil bertelur di muara
sungai tapi hidupnya di danau. Dia mau menembus arus sungai seperti ikan
salmon? Hahhaa" gurauan tersebut pun diikuti tawa beberapa kawan yang
masih fokus memperhatikan. Geram rasanya mendengar gurauan tersebut. Aku datang
ke sana bukan dengan tangan kosong, bukan dengan sekedar dugaan semata. Aku
sudah mencari beragam literatur dan sumber informasi lainnya. Tidak menemukan
tempat penangkapan ikan yang mendukung penelitianku di hari pertama, bukan
berarti segalanya selesai.
![]() |
| Perjalanan menuju Muaro Lembang (dok.Mochammad Mahdi) |
| Muaro Lembang |
Sayangnya perjuangan menuju muaro lembang yang cukup sulit bukanlah jawaban dari apa yang aku cari. Seperti percuma berjalan berkilo-kilometer dengan mengangkat rok dan menembus jalan setapak yang banjir hingga sebetis akibat luapan air danau.
"Manusia tidak jemu
memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi
putus harapan." [QS.Fushilat:49]
Tiba-tiba pikiranku
tersentak, Hei ai..kenapa harus mengeluh dan menyerah? Ikan bilih yang kecil
mungil saja mampu berjuang melawan arus sungai hanya untuk bertelur di muara.
Kalau hanya segini keteguhan hatimu, pantaslah Allah belum mempertemukanmu dengan
ikan yang subhanallah itu.
Break dzuhur
sebentar sebelum melanjutkan pencarian ke arah utara melalui jalur sebelah
barat.
Sungguh, betapa
sayangnya Allah sehingga memerintahkan kita untuk tidak pernah berputus asa:
"....dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." [QS.Yusuf:12]
Kita tidak pernah
tahu seberapa dekat diri kita dengan keberhasilan. Kurang dari dua jam setelah
beistirahat, akhirnya aku menemukan muara-muara sungai tempat ikan bilih
bertelur.
| Muaro Saniang Baka |
| Muaro Pingai |
| Muaro Paninggahan |
Betapa senang rasanya melihat ikan-ikan mungil itu berenang di muara sungai yang telah diolah sedemikian rupa oleh warga sekitar sebagai tempat penangkapan ikan bilih. Ingin sekali kutangkap satu dua dan kumasukkan ke dalam botol agar dapat kutunjukkan kepada bapak dosen terhormat. Bukan, bukan untuk membuktikan bahwa aku memang benar. Tapi untuk membuktikan kepada beliau bahwa Allah tidak pernah salah. Ikan mungil ini memang tidak sebesar dan sepamor salmon, tapi kemampuannya untuk menembus arus sungai dan bertelur di muara memang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, ikan kecil yang hanya seukuran jari kelingking orang dewasa inipun juga menjadi salah satu tumpuan rezeki bagi warga-warga di sekitar ketiga muara sungai tersebut.
| Ikan Bilih hasil tangkapan yang dijemur di pekarangan rumah warga |
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai ukuran (yang ditentukan)." [QS.Qamar:49]
Tentu saja Allah
tidak akan pernah salah menskenariokan segala sesuatunya.
Dia kecil, bukan berarti dia lemah, bukan
berarti pula dia tidak dapat berguna. Semuanya telah ditentukan dengan ukurannya
masing-masing.
"Danau Singkarak, 2013"
"Danau Singkarak, 2013"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar