Rabu, 08 Januari 2014

Around the Singkarak, Arrange the Heart

Danau Singkarak

Danau Singkarak adalah bagian dari salah satu  Danau besar di Sumatera Barat. Danau Vulkan yang berada di dua daerah administrasi berbeda ini merupakan wilayah konservasi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan tatanan hidrologis, Danau Singkarak dipengaruhi oleh tujuh wilayah sub DAS sehingga Danau Singkarak memiliki potensi pencemaran yang besar. Hal tersebut tentu saja mengancam keberlangsungan ekosistem di sana.

Bicara tentang ekosistem, tahukah kalian tentang ikan bilih? Ikan kecil yang merupakan hewan endemik di Danau Singkarak. Aku berangkat ke Danau Singkarak untuk melakukan penelitian mengenai ikan tersebut, tapi siapa sangka jika ternyata hasil yang kudapatkan lebih dari sekedar deretan data yang kuharapkan.

Salah satu nelayan ikan bilih di Danau Singkarak

Awalnya sungguh perjuangan yang hampir membuat putus asa. Bagaimana tidak, seharian aku mengelilingi  setengah danau seluas 12,970 ha. Menyusuri bagian utara, timur hingga selatan danau, mencari muara sungai tempat ikan bilih bertelur. Tidak kutemukan satupun muara yang memenuhi kriteria. Bahkan nelayan ikan bilih yang kutemui pun tak lebih dari hitungan jari. 

Semua bermula dari salah satu gurauan dosen pembimbing di malam saat evaluasi kegiatan observasi, dimana pada hari itu aku tidak menemukan muara tempat penangkapan sang ikan, "ngaco kamu..hahahha. Coba cek lagi. Mana bisa ikan kecil bertelur di muara sungai tapi hidupnya di danau. Dia mau menembus arus sungai seperti ikan salmon? Hahhaa" gurauan tersebut pun diikuti tawa beberapa kawan yang masih fokus memperhatikan. Geram rasanya mendengar gurauan tersebut. Aku datang ke sana bukan dengan tangan kosong, bukan dengan sekedar dugaan semata. Aku sudah mencari beragam literatur dan sumber informasi lainnya. Tidak menemukan tempat penangkapan ikan yang mendukung penelitianku di hari pertama, bukan berarti segalanya selesai.

Keeseokan harinya kumantapkan langkahku melanjutkan pencarian, menyusuri Danau Singkarak dari arah selatan menuju barat, mencari Muaro Lembang yang dikatakan nelayan ikan bilih sebagai salah satu muara terbesar di Danau Singkarak. 

Perjalanan menuju Muaro Lembang (dok.Mochammad Mahdi)

Muaro Lembang

Sayangnya perjuangan menuju muaro lembang yang cukup sulit bukanlah jawaban dari apa yang aku cari. Seperti percuma berjalan berkilo-kilometer dengan mengangkat rok dan menembus jalan setapak yang banjir hingga sebetis akibat luapan air danau. 

"Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan." [QS.Fushilat:49] 

Tiba-tiba pikiranku tersentak, Hei ai..kenapa harus mengeluh dan menyerah? Ikan bilih yang kecil mungil saja mampu berjuang melawan arus sungai hanya untuk bertelur di muara. Kalau hanya segini keteguhan hatimu, pantaslah Allah belum mempertemukanmu dengan ikan yang subhanallah itu.

Break dzuhur sebentar sebelum melanjutkan pencarian ke arah utara melalui jalur sebelah barat.

Sungguh, betapa sayangnya Allah sehingga memerintahkan kita untuk tidak pernah berputus asa:
"....dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." [QS.Yusuf:12] 

Kita tidak pernah tahu seberapa dekat diri kita dengan keberhasilan. Kurang dari dua jam setelah beistirahat, akhirnya aku menemukan muara-muara sungai tempat ikan bilih bertelur.


Muaro Saniang Baka
   
Muaro Pingai

Muaro Paninggahan

Betapa senang rasanya melihat ikan-ikan mungil itu berenang di muara sungai yang telah diolah sedemikian rupa oleh warga sekitar sebagai tempat penangkapan ikan bilih. Ingin sekali kutangkap satu dua dan kumasukkan ke dalam botol agar dapat kutunjukkan kepada bapak dosen terhormat. Bukan, bukan untuk membuktikan bahwa aku memang benar. Tapi untuk membuktikan kepada beliau bahwa Allah tidak pernah salah. Ikan mungil ini memang tidak sebesar dan sepamor salmon, tapi kemampuannya untuk menembus arus sungai dan bertelur di muara memang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, ikan kecil yang hanya seukuran jari kelingking orang dewasa inipun juga menjadi salah satu tumpuan rezeki bagi warga-warga di sekitar ketiga muara sungai tersebut.

Ikan Bilih hasil tangkapan yang dijemur di pekarangan rumah warga


"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai ukuran (yang ditentukan)." [QS.Qamar:49]

Tentu saja Allah tidak akan pernah salah menskenariokan segala sesuatunya.  
Dia kecil, bukan berarti dia lemah, bukan berarti pula dia tidak dapat berguna. Semuanya telah ditentukan dengan ukurannya masing-masing.


                                                         "Danau Singkarak, 2013"







Tidak ada komentar:

Posting Komentar