Kau tahu?
Malam ini aku tak
melihat bintang. Hatiku ditutupi awan kelabu setelah membaca pesan singkat
darimu. Aku tak tahu harus membalas apa. Sungguh. Rasanya seperti tak ada lagi yang perlu aku jawab dan aku
jelaskan. Kau seharusnya sudah mengerti.
Ah, tapi itu
hanyalah sekedar persepsiku belaka. Sampai malam inipun kau tampak tetap tak
paham apa yang kumaksudkan.
Kau tahu dy?
Aku tak pernah
berharap kau berubah menjadi sosok yang serupa denganku, cukup jadi dirimu
sendiri. Dan berhentilah membuatku resah serta merasa bersalah. Semakin kau
membuatku merasakannya, semakin kusadari betapa dirimu memang belum tumbuh
menjadi sosok yang dewasa. Begitupun dengan diriku.
Kau tahu?
Kita tidak pernah
tau apa yang akan terjadi dengan masa depan. Kita bukan Tuhan atau malaikat.
Aku hanya tidak ingin terluka atau membuatmu jauh lebih terluka nantinya.
Apakah aku salah dy?
Dy, kau tahu?
Kau benar. Aku
memang sungguh egois. Sikapku yang tak tentu seringkali menyakitimu. Aku tak
mungkin menjauh, kita berada dalam lingkaran yang sama. Kadang aku merasa telah
terlalu jahat denganmu, sedangkan kau benar-benar begitu rapuh.
Sisi kemanusiaanku
dan kelemahanmu membuatku sulit untuk bersikap tegas terhadapmu.
Aku mencoba bersikap
biasa dan kau menafsirkannya berbeda….
Aku berusaha tak
ramah, kau bilang itu tak kan merubah apapun….
Aku memberimu
kesempatan dengan mengujimu dan kau berbalik membenciku….
Kau tahu?
Aku egois. Aku tak
ingin dbenci olehmu tapi aku juga tak mampu
menjanjikan apapun kepadamu. Yang bisa kulakukan hanyalah menyerahkan
segalanya pada Tuhan.
Kita akan sama-sama
tumbuh dewasa bukan? Sama-sama menatap masa depan satu persatu, jika
beruntung kita akan bertemu lagi dan memastikan semuanya di masa depan.
Hei dy, kau tahu?
Aku akan tetap jadi
temanmu, sepanjang kau menginginkannya.
Hanya itu sekarang
yang bisa kulakukan untukmu.
(Untuk
kau yang mungkin telah membenciku)
19
Oktober 2013
01:09
AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar